Dishub DKI Bantah Terminal Bayangan di Pulo Gebang

Dishub DKI Bantah Terminal Bayangan di Pulo Gebang
Sejumlah bus terparkir menunggu keberangkatan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, 20 Juni 2017. ( Foto: Antara/Rizky Andriyanto )
/ WBP Minggu, 19 Mei 2019 | 08:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mengatakan tidak ditemukan terminal bayangan di Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG), Jakarta Timur. Hal ini sekaligus mengklarifikasi pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya yang akan mengambil alih TTPG karena maraknya terminal bayangan.

Menurut Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, pihaknya telah menindak tegas beragam pelanggaran yang dilakukan operator bus, termasuk jika ditemukan terminal bayangan di TTPG. “Fakta di lapangan selama ini tidak ada terminal bayangan di sekitar kawasan Terminal Terpadu Pulo Gebang,” kata Sigit Wijatmoko di Jakarta Pusat, Sabtu (18/5/2019).

Sigit Wijatmoko menambahkan pihaknya tak segan memberikan sanksi tegas berupa pemberhentian operasi atau pengandangan apabila ditemukan operator nakal yang melakukan pelanggaran baik berupa penyimpangan trayek maupun dari aspek laik jalan karena tidak memiliki STUK/Lulus Uji Keur. “Ada 892 bus AKAP yang dikenakan hukuman setop operasi/pengandangan karena pelanggarannya tergolong berat," kata Sigit Wijatmoko.

Sigit Wijatmoko menjelaskan penindakan yang dilakukan Dishub DKI Jakarta sesuai prosedur termasuk menyampaikan laporan penindakan kepada Kemhub untuk melakukan pembekuan ataupun pencabutan izin bus AKAP dimaksud sesuai kewenangannya. "Sampai saat ini, baru tiga kendaraan yang dibekukan operasinya oleh Kemhub dari 892 kendaraan yang dilaporkan, diperlukan ketegasan sehingga efek jera atas pelanggaran tersebut bisa optimal," kata Sigit Wijatmoko.

Penindakan yang dilakukan Dishub Prov DKI Jakarta juga memberikan dampak kepada pelayanan TTPG. Terbukti animo masyarakat untuk menggunakan TTPG meningkat setiap tahunnya.

Dimana pada periode Januari-April tahun ini saja sudah ada 520.516 penumpang yang menggunakan TTPG, sementara sepanjang tahun 2018 tercatat 861.138 penumpang berangkat dan datang di TTPG. “Animo penumpang sebagai wujud kepercayaan atas kinerja TTPG mengalami peningkatan setiap tahunnya,” kata Sigit Wijatmoko.

Saat ini tercatat 180 Perusahaan Otobus (PO) yang beroperasi di TTPG sesuai izin trayek dari Kemhub, 96 di antaranya aktif beroperasi. Selain itu telah dilakukan sanksi penutupan loket kepada 12 PO karena melakukan pelanggaran seperti menaikkan tarif tidak sesuai harga tiket, atau penumpang tidak diturunkan pada terminal tujuan.



Sumber: ANTARA