Sahur On The Road, 1 Remaja Tewas

Sahur On The Road, 1 Remaja Tewas
Pembunuhan Peserta Sahur On The Road di Setiabudi Terekam CCTV ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Bayu Marhaenjati / BW Sabtu, 18 Mei 2019 | 22:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi memburu pelaku penganiayaan yang menyebabkan remaja 16 tahun, DT, meninggal dunia. DT tewas ketika mengikuti sahur on the road, di Jalan Prof Dr Satrio, Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019), dini hari.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya mengatakan, polisi mengamankan empat orang dalam kegiatan patroli pasca-insiden penganiayaan itu, termasuk menyita sejumlah senjata tajam, salah satunya celurit yang ada bercak darahnya. Namun, pelaku yang menusuk korban masih dalam pencarian.

"Tim Eagle One dan Polsek (Setiabudi) berhasil mengamankan empat orang, mereka membawa senjata tajam salah satunya itu ada celurit yang kita lihat di situ ada bercak darah," ujar Andi.

Dikatakan Andi, salah satu dari empat orang yang diamankan diduga bersama dengan pelaku ketika terjadi penganiayaan.

"Kami mengidentifikasi dan juga kami akan melakukan pemeriksaan secara laboratoris ke Puslabfor berkaitan dengan senjata tajam (celurit) tersebut dan siapa pemiliknya. Karena dari mereka ketika ada kegiatan patroli, mereka berlairan dan meninggalkan celurit itu. Namun ada saksi yang sementara kita periksa yang mengatakan pemiliknya adalah seseorang. Nah ini yang kita kejar. Kita mohon waktu untuk tim lapangan bekerja serta menangkap pelakunya," ungkap Andi.

Andi menyampaikan, pada saat kejadian korban dan teman-temannya sedang melakukan sahur on the road, kemudian bertemu dengan kelompok lainnya.

"Mereka kebetulan ada sahur on the road secara bersama-sama, kemudian ada sekitar puluhan orang ketika di depan Vihara di Setiabudi. Ada beberapa orang yang tertinggal. Namun, ada kelompok lain yang melakukan sahur in the road juga yang mungkin ada ketersinggungan di situ, sehingga akhirnya dianiaya," kata Andi.

Korban, yang posisinya paling belakang dari rombongan, ditusuk di bagian dadanya. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Jakarta, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Menurut Andi, kelompok korban berasal dari wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur. Sementara, pelaku bervariasi, dari beberapa wilayah.

"Jadi karena suasananya ramai, ketika gabungan Polsek-Polres melakukan cipta kondisi dan pemeriksaan, mereka sempat berlarian, meninggalkan cukup banyak senjata tajam dan salah satunya kami identifikasi itu adalah berupa celurit yang ada bercak darahnya. Itulah yang akan kita periksa dan juga kita akan mencari pemiliknya," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com