PT BPH Siap Perjuangkan Hak Atas Lahan Stadion BMW

PT BPH Siap Perjuangkan Hak Atas Lahan Stadion BMW
Alat berat ekskavator terus meratakan lahan Stadion Taman BMW di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu, 25 Oktober 2017. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Lenny Tristia Tambun / JAS Sabtu, 18 Mei 2019 | 12:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Buana Permata Hijau (BPH) menyatakan siap memperjuangkan hak atas tanah di atas lahan Taman BMW, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bahkan hingga ke Mahkamah Agung untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Apalagi saat ini, Biro Hukum Pemprov DKI menyatakan akan melakukan banding terhadap keputusan PTUN tersebut.

“Kita sangat siap. Jangankan banding, mau kasasi, PK, kita pun siap,” kata Damianus Renjaan, Kuasa Hukum PT BPH saat menggelar keterangan pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019) malam.

Kesiapan PT BPH, lanjutnya, karena yang diperjuangkan adalah hak atas lahan seluas 6,9 hektare yang tidak dihargai oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Meski sudah ada putusan yang dikeluarkan PTUN pada Selasa (14/5/2019).

“Permasalahan ini kan, kita perjuangkan hak kita. Kalau hak kita diakomodasi dan dihargai oleh Pemprov DKI, kita tidak akan mempermasalahkan itu,” ujar Damianus Renjaan.

Kalau mau tanah dipakai untuk pembangunan Stadion BMW, Damianus Renjaan meminta Pemprov DKI membebaskan lahan tersebut sesuai dengan aturan hukum. Bukannya menggunakan cara melawan hukum.

“Kalau memang Pemprov DKI tetap mau menggunakan tanah itu, silakan bebaskan kembali dengan cara-cara yang tidak melawan hukum dan melanggar hak kita. Ini tidak ada kaitannya dengan menghadang proses pembangunan. Bebaskan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena pembebasan sebelumnya dilakukan dengan melawan hukum,” terang Damianus Renjaan.

Seperti diketahui, pembangunan Stadion BMW selalu saja terkendala dengan sengketa lahan. Awalnya, Agung Podomoro memberikan lahan tersebut kepada Pemprov DKI sebagai kewajiban pengembang. Namun dari total lahan Taman BMW seluas 20 hektare, ada seluas 6,5 hektare milik PT BPH.

Dan dalam pengadilan di PTUN DKI Jakarta, Agung Podomoro sudah menyatakan tanah itu tidak termasuk tanah yang dibebaskan Agung Podomoro. Sehingga masih milik PT BPH.

Meski ada kendala sengketa tanah, groundbreaking pembangunan Stadion BMW diatas lahan Taman BMW sudah tiga kali dilakukan oleh tiga Gubernur DKI Jakarta. Yakni, pertama kali, untuk menandakan pembangunan Stadion BMW dimulai telah dilakukan oleh Gubernur DKI, Joko Widodo pada tahun 2014.

Tak kunjung ada kejelasan soal pembangunan tersebut, maka Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat pun melakukan peresmian kembali pada tahun 2017.

Lagi-lagi, masih terkendala sengketa lahan, pembangunan stadion ini tidak ada kemajuan. Kemudian, Gubernur DKI, Anies Baswedan kembali melakukan kick off peresmian pembangunan Stadion BMW pada tahun ini. Dan ini merupakan salah satu janji Anies sewaktu kampanye Pilkada DKI 2017.

Fasilitas Stadion BMW

Jakarta International Stadium atau Stadion Internasional Jakarta berada pada lokasi yang sangat strategis di wilayah Utara Jakarta yang dapat dicapai dengan menggunakan moda transportasi umum, seperti commuterline (KRL), Transjakarta, LRT, MRT. Selain itu, lokasi stadion ini juga dilalui jalan tol inner dan outter ring road sehingga menambah nilai strategis kawasan.

Dengan terbangunnya Stadion Internasional Jakarta, Pemprov DKI Jakarta akan memiliki 3 fasilitas olahraga berstandar internasional, yaitu Jakarta International Velodrome, Jakarta International Equestrian Park, dan Jakarta Internatonal Stadium.

Nantinya, Stadion BMW atau JIS ini akan dilayani empat moda transportasi umum di Jakarta. Mulai KRL, Transjakarta, MRT, dan LRT.

Stadion ini memiliki luas sekitar 221.000 meter persegi, dengan kapasitas jumlah penonton sebesar 82.000 orang.

Pembangunan akan memberikan perhatian kepada difabel dengan menyediakan 200 tempat duduk, 24 lot parkir kendaraan, 25 lokasi toilet khusus difabel.

Lapangan parkir yang tersedia diprioritaskan bagi VVIP, VIP, atlet, dan official. Tersedia sekitar 800 lot parkir mobil dan 100 lot parkir bus.

Untuk atap, akan dibangunkan atap buka tutup. Fasilitas ini disediakan agar stadion juga dapat digunakan untuk kegiatan pertunjukan indoor, seperti konser musik.

Tidak hanya itu, dari sisi fungsi sosial, selain mengakomodasi fungsi olahraga, pembangunan stadion ini juga memperhatikan fungsi sosial bagi masyarakat sekitar, seperti penyediaan area dengan fungsi urban farming.

Juga akan ada fasilitas Public Open Space sebagai Plasa Shalat. Stadion ini akan memiliki ruang terbuka publickberupa plasa yang luas yang terintegrasi dengan Taman BMW dan Danau Sunter Utara.

Desain plasa berbetuk garis-garis yang dapat berfungsi sebagai shaf salat, sehingga bila dibutuhkan, plasa dapat digunakan sebagai area salat berjamaah. Integrase ruang terbuka publik pada area stadion dengan area Danau Sunter Utara menjadikan area stadion memiliki lokasi bagi wisata air, sehingga menciptakan suasana fasilitas olahraga yang menyatu dengan alam.



Sumber: BeritaSatu.com