PT BPH Bantah Jegal Anies Bangun Stadion BMW

PT BPH Bantah Jegal Anies Bangun Stadion BMW
Maket taman dan stadion BMW ( Foto: Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / JAS Sabtu, 18 Mei 2019 | 12:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Buana Permata Hijau membantah pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menyatakan adanya pihak yang ingin menjegal pembangunan stadion Jakarta International Stadium (JIS) di atas lahan Taman Bersih Manusiawi Berwibara (BMW) di Papanggo, Jakarta Utara.

Kuasa Hukum PT Buana Permata Hijau (BPH), Damianus Renjaan mengatakan PT BPH tidak pernah menghalangi pembangunan JIS atau Stadion BMW yang akan dijadikan tempat latihan klub sepakbola Jakarta, Persija.

“Tidak pernah ada keinginan apa pun dari PT BPH untuk menghalangi proses pembangunan Stadion BMW. Tidak pernah ada keinginan menjegal proses pembangunan stadion tersebut,” tegas Damianus Renjaan saat menggelar keterangan pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019) malam.

Fakta yang ada adalah, lanjut Damianus Renjaan, pihaknya hanya meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menghargai kepemilikan lahan di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Karena PT BPH sudah memenangkan kasus sengketa sertifikat hak pakai bernomor 314 dan 315 di dalam sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta pada Selasa (14/5/2019).

“Kami sudah menang di PTUN. Jadi lahan itu milik PT BPH. Kami hanya meminta Pemprov DKI menghargai kepemilikan lahan tersebut,” ujar Damianus Renjaan.

Ditegaskannya kembali, PT BPH tidak menolak rencana Anies Baswedan mewujudkan stadion bertaraf internasional untuk Persija dan warga Jakarta. Hanya saja, Anies Baswedan diminta untuk mengikuti aturan hukum yang berlaku.

"PT BPH hanya meminta agar Pemda DKI dan pihak terkait menghormati hak PT BPH dan mengharapkan agar proses pembebasan tanah tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, di antaranya harus ada musyawarah atau komunikasi dengan PT BPH," terang Damianus Renjaan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuding kekalahan DKI ini ulah dari pihak-pihak yang ingin menjegal pembangunan stadion. Ia meminta pendukung klub Persija, Jakmania, tak khawatir dengan masalah ini.

"Bantu untuk awasi, selalu ada saja pihak yang ingin menjegal. Bantu ini sehingga stadion bisa terwujud untuk semuanya," kata Anies Baswedan.

Seperti diketahui, dalam sidang yang berlangsung pada Selasa (14/5/2019), majelis hakim PTUN DKI Jakarta mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau atas sengketa penerbitan dua sertifikat hak pakai (SHP) oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara di Taman BMW dalam perkara Nomor 282/G/2018/PTUN-JKT.

Dua sertifikat yang digugat diterbitkan Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara bernomor 314 dan 315 di Kelurahan Papanggo atas nama Pemerintah RI Cq Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 18 Agustus 2017. Sertifikat 314 memiliki luas 29.256 meter persegi dan SHP 315 seluas 66.199 meter persegi.



Sumber: BeritaSatu.com