Ditanya soal Kebohongan, Ratna: Itu Pemikiran Seketika Saja

Ditanya soal Kebohongan, Ratna: Itu Pemikiran Seketika Saja
Ratna Sarumpaet. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / BW Selasa, 14 Mei 2019 | 14:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Terdakwa Ratna Sarumpaet, duduk di kursi pesakitan untuk memberikan keterangan dalam sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong atau hoax, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, kebohongan yang diproduksinya merupakan pemikiran seketika saja. "Saya pikir itu pemikiran seketika saja. Artinya, tidak perlu bikin skenario," ujar Ratna ketika menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Joni, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menyoal mengapa mengaku dianiaya, Ratna menyampaikan, karena peristiwa yang paling dekat dengan kondisi lebam wajahnya, adalah akibat penganiayaan.

"Karena bentuk yang paling mendekati dengan kondisi muka saya ya, penganiayaan. Pada saat itu yang terpikir itu, dan itu yang masuk akal," ungkap Ratna.

Joni sempat bertanya, mengapa Ratna tidak berkata jujur saja habis melakukan operasi wajah. "Memangnya operasi diharamkan? Kan bukan tindakan ilegal?" kata Joni.

Ratna menjawab, dia juga tidak tahu apa sebabnya harus mencari alasan berbohong.

"Harusnya begitu. Mungkin karena saya panik saja. Saya tidak tahu apa sebab, kenapa saya harus cari alasan. Saya panik, itu di luar kebiasaan saya," jelas Ratna.

Ihwal kalau sudah tahu kondisi wajahnya lebam, mengapa tidak menginap lebih lama di rumah sakit menunggu sampai kondisinya pulih sehingga tidak perlu melakukan kebohongan, Ratna mengaku tidak memahaminya. "Aku tidak tahu kenapa itu tidak terjadi," ucap Ratna.

Ratna memilih untuk menyampaikan dianiaya di Bandung, karena pada awalnya pamit kepada karyawannya hendak pergi ke Bandung.

"Ya mungkin karena dari awal saya pamitnya ke Bandung. Ya sebenarnya itu tidak mengalir. Kan kemudian menjadi begitu (kebohongan) karena ada pertanyaan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com