Gubernur Bank Sentral Liberia Bantah Kehilangan Uang US$ 100 Juta

Gubernur Bank Sentral Liberia Bantah Kehilangan Uang US$ 100 Juta
Mantan superstar sepak bola dunia, Goerge Weah, memenangi pemilihan presiden di Liberia. ( Foto: AFP )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 3 Oktober 2018 | 12:16 WIB

Monrovia -Bank sentral Liberia membantah telah kehilangan lebih dari US$ 100 juta dalam bentuk uang kertas yang baru dicetak. Bantahan itu disampaikan Gubernur Bank Sentral Nathaniel Patray pada Selasa (2/10). Dia membantah pernyataan pemerintah sebelumnya yang memicu kemarahan dan penyelidikan federal.

Pada September lalu, menteri informasi mengatakan bahwa dua pengiriman terpisah uang tunai senilai total US$ 104 juta atau sekitar 5% dari produk domestik bruto negara barat Afrika, telah hilang selama setahun terakhir.

Namun dalam satu pernyataan pada Selasa, Gubernur Bank Sentral Nathaniel Patray mengatakan audit internal menemukan bahwa semua uang kertas yang dikirim dari percetakan Swedia antara 2016 dan 2018 benar-benar dicatat dan disimpan di brankas cadangan bank.

Minggu lalu, ribuan orang Liberia menggelar aksi protes di jalan-jalan ibu kota Liberia, Monrovia.

Skandal itu telah melumpuhkan Presiden George Weah dengan krisis politik terbesarnya sejak ia menjabat pada Januari 2018. Weah memerintahkan penyelidikan dan lebih dari 30 mantan pejabat bank yang dilarang meninggalkan negara itu.

Di antara para pejabat yang terkena larangan perjalanan adalah mantan gubernur bank sentral Milton Weeks dan Charles Sirleaf, putra mantan presiden Ellen Johnson Sirleaf.

Milton Weeks mengaku tidak ada hubungan dirinya dengan uang tunai yang hilang dan dia bekerja sama dengan para penyelidik. Reuters pun belum dapat menghubungi Charles Sirleaf atau ibunya untuk memberi komentar.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE